Rabu, 20 April 2011

baca dan rasakan

selembar kertas biru di dompet rapi bersandar d setiap kulit sisi sisinya.
Saya berjalan berliku melewati lubang lubang kecil yg saya anggap itu besar.
Kaki terasa lemas berjalan jauh padahal Tuhan anggap itu dekat.

Gemerincing koin bernyanyi menemani kepulangan saya dr tanah orang.
Hujan jatuh seperti titik titik kecil tapi saya masih menganggap it besar.
Pundak terasa berat memikul beban padahal Tuhan anggap it ringan.

Perjalanan ini benar benar mengajarkan saya apa itu arti kata besar jauh atau berat.
Ketika ia berdiri, menangis dan berkata lirih "saya ikhlas kalau adik saya harus pergi, karena saya tw saya tidak bs membawanya k rumah sakit, tapi saat ini izinkan saya utk mengemis, saya hanya berharap saya bisa memberinya makan sampai umurnya habis, agar ia bisa pergi dgn layak"

Kawan seharusnya kalian berada d sini, apa yg akan anda lakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar