aku pijak separuh kaki ku di atas tanahmu
dentum ultimatum kau nyalakan dengan sandi
kau pikir ini milikmu?
aku pijak separuh kaki ku lagi di atas tanahmu
seribu dusta kau kerahkan dengan kelakar
kau pikir aku bodoh?
aku pijak lagi kakiku hingga aku berdiri tegak
keringat gelisah kau rembeskan di balik jas palsu
kau pikir aku tidak tahu?
kali ini,
aku angkat gumpalan jemari merah berdarah
gemakan suara-suara pembaharuan
aku bakar semangat jiwa pemuda
lesakkan peluru-peluru kebangkitan
kali ini,
aku tegakkan kepala memandang sebilah pedang putih
yang ku asah demi hari yang masih berputar
aku hunuskan seribu pedang lagi penuh auman
yang kokoh pada genggaman berisi
aku tidak hanya akan bermain-main dengan matahari
akan ku refleksikan cahaya dari ufuk timur hingga ke barat
aku tidak hanya akan bersenda gurau dengan senjata
akan ku bakar bubuk mesiu hingga habis tak bertitik
karena kali ini,
ini milikku
aku tidak bodoh
dan aku tahu
bahwa merah putih masih dapat berkibar
dengan angin simfoni kemerdekaan hakiki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar