Sabtu, 25 Mei 2013

Upaya Mewujudkan Kemandirian Indonesia


Indonesia merupakan negara dengan kepadatan penduduk yang tinggi. penduduk Indonesia pada tahun 2013 tercatat sebesar 242 juta jwa dan menempati peringkat empat sebagai negara terpadat di dunia. Sumber daya manusia yang banyak tersebut dapat menjadi hal yang buruk jika tidak kita tanggapi dengan positif. Seperti yang telah kita ketahui, manusia memiliki kebutuhan akan dirinya, mulai dari kebutuhan primer, sekunder, hingga tersier. bahkan jika kita lihat perbandingan dari zaman dulu hingga sekarang, kebutuhan sekunder bisa saja menjadi kebutuhan primer, dan kebutuhan tersier bisa saja menjadi kebutuhan sekunder.
Pada zaman ini, kita dihadapkan pada situasi ekonomi global yang tidak stabil. Negara-negara maju di eropa mengalami hambatan akibat krisis yang tidak jelas asalnya. Negara-negara berkembang sulit untuk membangkitkan ekonomi yang sudah terlanjur bobrok. Hal tersebut merupakan tantangan tersendiri bagi setiap negara dalam mengelola sumber daya yang dimiliki. Sumber daya alam yang melimpah dan sumber daya manusia yang mumpuni harus segera dimanfaatkan dengan baik agar hambatan-hambatan ekonomi yang terus menjadi penghalang bagi kesejahteraan manusia dapat kita hapus dan mulai mencari titik terang baru demi masa depan negara yang baik.
Sumber daya yang dimiliki Indonesia tidak sebatas sumber daya alamnya saja, akan tetapi Indonesia juga memiliki sumber daya manusia yang bagus dan siap turut serta membangun negara Indonesia menjadi negara maju. Menurut pakar kependudukan dan lingkungan hidup, pada tahun 2030 jumlah penduduk Indonesia akan mencapai 295 juta jiwa, dan pada 2032 diprediksi akan mengalami kenaikan kembali menjadi 300 juta jiwa. Mayoritas dari jumlah penduduk ini  adalah kaum muda. Artinya, kita sebagai kaum muda sudah harus mulai mempersiapkan masa depan agar ketika jumlah kaum muda semakin banyak, kita bukan menjadi hambatan bagi kemajuan negara melainkan menjadi penguat bagi kemajuan negara. Dalam hal ini, pemerintah juga harus memiliki peran serta dalam membangun potensi sumber daya manusia khususnya kaum muda agar nantinya bibit-bibit inilah yang akan menjadi gerbang depan kemajuan negara Indonesia.
Upaya kemandirian Indonesia dapat dilakukan dengan berbagai jalan. Salah satunya adalah berwirausaha. Hal terpenting yang harus dimiliki dalam berwirausaha adalah “keberanian”. Dengan segala macam resiko dan kemungkinan membuat kita untuk berani merancang strategi dalam berwirausaha. Wirausaha merupakan salah satu cara yang tepat dalam membangun kemandirian Indonesia. Lahan pasar yang luas, tingkat konsumsi yang semakin meningkat, serta keahlian setiap penduduk di berbagai bidang dapat menjadi peluang wirausaha yang sangat bagus. Untuk itu perlunya pemerintah mencanangkan pendidikan berwirausaha kepada masyarakat agar masyarakat mau bergerak menjalankan apa yang mereka kuasai dan cintai menjadi hal yang bermanfaat bagi mereka dan bagi masyarakat lain. Jika minat berwirausaha masyarakat dapat kita kembangkan, maka bukan hal yang tidak mungkin jika negara Indonesia dapat menjadi salah satu negara maju di dunia.
Budaya konsumsi masyarakat Indonesia yang terbilang tinggi sangat memungkinkan untuk diberdayakannya upaya kemandirian dalam berwirausaha. Wirausaha bukan lagi menjadi hal yang asing di Indonesia. Sulitnya mencari lapangan pekerjaan, mengenyam pendidikan karena faktor biaya, hingga membeludaknya angka pengangguran di Indonesia menjadi alasan penting untuk berwirausaha dan menciptakan lapangan pekerjaan baru. Sebagai generasi muda yang masih memiliki kreativitas dan pemikiran-pemikiran inovatif, sudah sewajarnya jika kita bergerak membantu masyarakat dalam mewujudkan kemandirian Indonesia melalui wirausaha.
Kita sebagai kaum muda seharusnya bangga masih memiliki tubuh yang sehat, harapan akan masa depan yang cerah, pribadi yang masih memegang nilai-nilai integritas, serta pikiran-pikiran kreatif dan inovatif. Namun ketika hal tersebut tidak dapat kita manfaatkan, maka potensi yang kita miliki hanya akan menjadi momok yang mengkhawatirkan bagi kemajuan negara. Kaum muda sudah sewajarnya menjadi tumpuan bagi harapan-harapan kaum tua yang sudah terkubur oleh umur, menjadi pengganti akan tubuh-tubuh tua yang telah terbakar usia. Oleh karena itu mulai detik ini sebagai kaum muda yang berpotensi besar dalam kemajuan Indonesia, mari kita gerakan upaya dalam mewujudkan kemandirian Indonesia.

kesederhanaan

kesederhanaan, kata-kata yang selalu terngiang di telingaku. semenjak kecil aku di ajarkan bagaimana caranya menyikapi kesederhanaan. aku telah merasakan tetes air hujan yang masuk dan merembes ke ubun-ubun. aku telah merasakan bagaimana kaki ini tergores beling-beling yang berserakan di tanah lapang. aku telah merasakan bagaimana tubuh ini lelah terhempas angin malam yang bernyanyi merdu menghasilkan simfoni kehidupan. aku telah merasakan bagaimana kulit ini legam terbakar panasnya matahari di waktu siang. peluhku mengalir bersama eluhan-eluhan anak muda zaman sekarang. tetapi kesederhanaan yang telah di bangun di hatiku membuatku bisa mmenjalaninya. aku beruntung memiliki orang tua dan keluarga yang selalu menguatkan aku ketika aku merasa lemah. hangat kasih sayang yang mereka beri sangat terasa disetiap ruang kalbu. bisa dibilang aku adalah anak manja, tetapi aku bukan anak yang suka meminta, aku tahu kapan aku bisa meminta dan kapan aku bisa memberi. semenjak aku duduk di bangku taman kanak-kanak hingga bangku perkuliahan, aku selalu di beri uang saku yang cukup. tidak berlebih dan tidak kurang. kadang aku sangat merasa bersalah ketika aku harus meminta uang lebih kepada orang tua karena uang sakuku telah habis sebelum waktunya. aku tidak pandai mengatur keuangan, tetapi sekali lagi kesederhanaan lah yang mengajarkan aku bagaimana caranya mengatur keuangan. berada di lingkungan luar mewajibakan aku untuk memilih. memilih gaya hidup, memilih teman, dan memilih hal lain yang menurutku itu adalah duniaku. teman, dia adalah orang yang juga berjasa bagiku dalam mejalani hidup. aku memiliki banyak teman dan aku selalu berusaha menjaga pertemanan itu. namun tidak semua teman dapat aku ikuti. hal ini dikarenakan kemampuanku untuk mengikuti mereka. saat ini aku berada jauh dari keluargaku. keluargaku berada di bogor sedangkan aku merantau ke tanah orang di kota bandung. di sini aku menjalani hidupku sebagai mahasiswa. terkadang aku merasa rindu pada keluargaku. aku merindukan saat-saat dimana kami saling berbagi canda di ruang tv. aku merindukan saat-saat dimana kami menghitung jumlah keroket yang dibuat oleh mamah dan dibagi berdasarkan jumlah keluarga kami. aku merindukan saat-saat dimana kami menjalankan ibadah bersama dan mengucap doa yang aku yakin bahwa kami saling mendoakan padai ritual tersebut. namun dengan adanya teman yang setia menemani, rasa rindu itu perlahan dapat terobati. disini aku memiliki keluarga baru yaitu teman-teman seperjuangan yang dikala senang dan sedih kami jalani bersama. tidak berbeda dengan keluargaku, teman-temanku juga memiliki kesederhanaan yang kadang saling kami tukar dan saling kami pelajari. terlepas dari kesederhanaan kami juga memiliki kehedonan. kehedonan yang kami miliki berbeda dengan kehedonan orang lain. kami memiliki cara sendiri bagaimana kami menghibur dan menghedonkan diri kami untuk mencicipi selah-selah kehidupan. mungkin kadang terlihat norak atau kampungan karena kami tidak begitu mengikuti mode-mode baru. tetapi kami tahu, kami tahu kapan kami bisa mengikuti dan  kapan kami hanya harus sekedar mengetahui. rasa kekeluargaan kami dapat terjaga dengan kesederhanaan yang kami miliki. saat ini kami menjalani hidup sebagai mahasiswa dan belajar menjadi manusia yang sebenarnya. hujan rintik-rintik yang membasahi ubun-ubun  menjadi saksi perjalanan kami. luka yang tersayat akibat beling-beling menjadi pengalaman yang dapat kami cermati. hembusan angin malam yang melemahkan tubuh menjadi pendongeng rahasia kehidupan yang belum terpecahkan. sengatan matahari yang terpancar sepanjang waktu siang menjadi semangat dan tenaga untuk berlari mencapai tujuan. peluh dan eluhan kami menjadi pelajaran bagi kami untuk belajar bersyukur bahwa kami masih diberikan hidup dan kebahagiaan olehNya. kesederhanaan, aku telah banyak belajar tentang kesederhanaan.

perjalanan


Aku duduk bersama pagi
Menahan dinginnya embun kehidupan
Sorot cahaya fajar menerangi ruangku berinteraksi dengan dedaunan
Diselingi syair-syair pelemah hati
Kerendahan berkelahi dengan kecewa masa lalu

Aku duduk bersama siang
Menghisap kerasnya asap kehidupan
Lagu merdu menemani senda gurauku dengan matahari
Diselingi dongeng-dongeng penggetar dada
Semangat berpacu dalam setiap tetes peluh

Aku duduk bersama sore
Menghela nafas lelah kehidupan
Kucuran air di pancuran mendengarkan kisah lukaku dengan aspal
Diselingi nasihat-nasihat pembakar jiwa
Pengalaman berkelana di pikiran kekanakanku

Aku duduk bersama malam
Memandangi hitamnya kehidupan
Remang neon menyaksikan perbincanganku dengan buntelan kapuk
Diselingi guyonan-guyonan peluas tawa
Segala kenangan berubah menjadi syukurku

cerita si pemuja

tak ada lagi ruang kosong ketika cahaya itu terfokus padaku 
Pikiranku melayang menggapai langit bertabur harapan anak-anak zaman dahulu 
Tubuhku terhempas mengais-ngais misteri yang terkubur bersama nyawa yang telah membisu 
Sejenak jiwaku bergetar menyaksikan keindahan melebihi benang-benang yang tersulam menjadi pola jenis bunga baru 
Bait-bait puisi nan puitis sang penyair pun tak dapat mewakili takjubnya kalbu 
Inderaku terbuka menerima semilir angin yang bernyanyi merdu 
Mataku dimanjakan oleh fenomena alam yang seakan menyambut aura hadirmu 
Kau bagaikan ilusi yang meluaskan sayap-sayap imajinasiku 
Kau bagaikan penjahit kain-kain pola kehidupan di masa lalu 
Kau bagaikan pencipta syair-syair nyata penghapus debu 
Kaulah penuntun teka teki lika liku rindu

teruntuk Alm. Abah

Abah,
Segala kenangan masih tertata rapi di di ingatanku
Bisikan lembutmu masih terekam di telingaku
Kepergianmu menyisakan sedikit isak tangis yang selalu kutahan
Aku disini beranjak dewasa
Menginjak beling yang pernah kau injak sebelumnya
Membasuh peluh yang pernah kau rembeskan di jasmu

Abah,
Senyum ceriamu masih terpajang di ingatanku
Nasihatmu masih bekerja di  setiap gerakku
Kepergianmu memberiku banyak pelajaran yang selalu ku genggam
Aku disini memiliki keluarga
Meneruskan otot-ototmu yang telah kaku demi keluarga
Menggerakan darah bekumu mencari kebahagiaan

Abah
Disini kami merindukanmu
Tuhan mengambilmu tidak sepenuhnya
Kebaikanmu telah menjadi memori

Abah
Disini kami mendoakanmu
Tuhan menyayangimu lebih dari kami
Pengorbananmu menjadi doa bagimu

Abah
Terima kasih, kami senantiasa menemanimu
Dalam perjalanan ke sisiNya

ikatan


lewat khidmatnya doa di hati-hati para saksi
sepatah kata menjad janji sehidup semati
lewat melodi syahdu di tengah keramaian raga
serangkai asa menjadi kekuatan mendayung bahtera

sepasang kekasih telah Tuhan pertemukan
guna meneruskan kisah kasih ali dan fatimah

dua jiwa telah Tuhan persatukan
guna menjalin ikatan cinta Adam dan Hawa

dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang
jadikanlah ikatan itu lebih kuat melebihi akar pepohonan dikala badai
jadikanlah atap-atap tempat bernanungnya penuh kebahagiaan bunga-bunga musim semi
jadikanlah telaga penuh berkah demi menjadikan keturunannya sholeh sholehah
jadikanlah cintanya tak melebihi cintanya padaMu
jadikanlah surganya juga surgaMu

lewat harmoni musisi-musisi pelipur lara
sebait puisi berlatarkan  lagu dikala senja terdendang merdu
iramanya telah terpatri semenjak Tuhan menciptakan dua sejoli
dan akan terus terjaga hingga sangkakala ditiupkan

wanita


kembali ia si wajah ayu nan gumayu
menjelma dewi dewa merayu
sang anginpun berkelana menyapu
gundah gulana di masa lalu

kian hari kian terasa manis
membalut luka iri nan sinis
membuang jauh pergulatan isak tangis
yang selalu bermalam mengelabui sang gadis

tahukah ia jikalau dunia memuji
suratkan gemulai tinta di atas kertas suci
tahukah ia jikalau akupun disini
turut mencinta dan mengagumi

"apa cita-citamu nak?"

rasanya janggal ketika kita berjalan dalam suatu tujuan tapi kita malah merusak tujuan itu dengan beranggapan bahwa kita telah mencapainya.sebenernya kesalahan itu terjadi seiring dengan kemajuan pemikiran kita. dulu ketika kita masih sering bernyanyi di bangku taman kanak-kanak, kita sering ditanyakan oleh orang dewasa," apa cita-citamu nak?" dengan wajah polos kita berkata bahwa kita ingin menjadi polisi, dokter, pilot, bahkan presiden. kita menganggap bahwa itu adalah hal yang baik untuk dilakukan. begitu umur kita bertambah satu, dua, tiga, hingga kita tak pernah merayakan lagi hari pertambahan itu, beberapa dari kita mungkin akan tetap pada pendiriannya. namun beberapa dari kita juga mungkin akan banting stir mencari hal lain yang lebih diminati. sebelum kita menjalani profesi yang kita inginkan, hati kita berkata bahwa kita akan menjalaninya kelak dengan penuh kejujuran. pada saat itulah sebenarnya integritas kita diuji. banyak faktanya, anak kecil jaman dahulu yang lebih dulu menjadi anak kecil dibanding kita, dan sekarang menjadi orang dewasa lebih dulu dari kita ketika sudah duduk di atas singgasana, mereka lupa masa-masa dimana mereka berkata tentang cita-cita. kadang aku berpikir apa yang akan aku lakukan ketika aku telah mencapai tujuanku, cita-citaku dan sejenisnya. apa memang benar tujuanku tercapai, bahkan sampai saat ini aku belum mengerti dengan jelas apa itu arti kata tujuan dan cita-cita. melihat sandiwara yang terjadi disekitarku membuat aku bingung mengartikannya. polisi yang dulu di cita-citakan saja hampir tak pernah aku temui. padahal aku tau bagaimana seragam mereka.sebenarnya kata-kata tujuan dan cita-cita itu telah terartikan semenjak kita kecil dan ditanya oleh orang dewasa "apa cita-citamu nak?". tapi saat ini kita lupa seperti seseorang berkepala tujuh padahal tidak. apa mungkin kita harus kembali lagi menjadi anak TK yang selalu mencita-citakan sesuatu dengan benar? jawabannya tidak, tidak untuk yang positif. karena yang negatif adalah kendalanya. 

tulisan anak teknik


Baris kedua dari belakang, saya duduk dengan tangan sila menopang kening yg berkeringat. Entah karena pusing atau kantuk sepertinya sama saja. Toh wajah tetap mengumpat di sela-sela kedua tangan. Mata terpejam sejenak alihkan kata limit yg menjalar di sepanjang fluida merah kental. Tegangan naik turun di sekitar bola mata, akhirnya benar-benar mati lampu. Setelah 10 menit atau 600 sekon menurut satuan si, pascal membangunkan saya. Fisika fisika fisika. Kata-kata yang sudah tak asing di telinga, getarkan gendang meresonansi organ lain. Berfrekuensi 10 kata tiap detik. Fisika? Taun depan saya masuk jurusan teknik fisika. banyak orang yg benci fisika, tp entah setan apa yg merasuki saya sehingga saya malah menyukainya. Walaupun kadang tetap saja ada titik balik maksimum yang membuat saya kembali menyembunyikan wajah saya. Memang sulit melawan gaya gravitasi. Atau mungkin archimedez dan bernoulli sedang berpesta homo, gelar tikar dan makan roti buaya dari kutub positif dan negatifnya. Sehingga massa kepala saya bertambah. dan terasa panaaaas, karena kalor keluar dari sistem ke lingkungan, eksoterm, membuat saya sadar, saya atur kembali tekanan, volume dan suhu reaksi, agar terjadi kesetimbangan reaksi. Saya mutlakan semua harga x sedemikian sehingga y lebih besar dari nol. Saya ubah posisi duduk agar titik pusat massa tangga cita2 tetap kokoh dan tidak goyah. saya dongakan sejenak kepala saya, kernyitkan dahi melihat ujung tangga yang bersandar pada langit. Masih jauh. Ya! Saya siap belajar lagi! Saya ingat orang tua! Saya tidak boleh menyia-nyiakan mereka! Saya harus mengurangi gaya gesek dari dosa dan kemalasan! Agar balok sebesar apapun bisa saya dorong! Eh?

sebenernya bodoh juga ya, kalau ada waktu untuk belajar, kenapa malah saya pakai untuk menulis note ini. Haha ga pa pa deh, biar berguna saya minta doanya saja kepada kalian teman-teman yang sudah membaca note ini. Agar uts saya bisa lancar dan lebih baik, Semoga Tuhan juga memberikan nilai yang baik untuk uts-uts kalian. Amin. Hehe

tur bandung - bali (nikmati ketidak tahuan kita)


sebelumnya, saya mohon maaf karena sebenarnya ini hanya rangkuman cerita yang masih bisa saya ingat selama perjalanan kami, p19 kru, menuju pulau bali. cerita aslinya berada di telepon genggam saya yang entah sampai saat ini saya sudah tidak tahu lagi kabarnya.

semuanya berawal dari perbincangan beberapa anggota p19 kru yakni nabiel (stei), dwindra (stei), sidqi (fttm), elyas (fitb), gifi (fitb), dan saya sendiri rama (fti). oh iya maaf, kata di dalam tanda kurung tersebut bukanlah identitas kami jika kami sudah berada di lingkungan pelesiran, identitas kami satu, yaitu P19 KRU. perbincangan yang diselingi senda gurau tersebut kami lakukan di warung imut atau yang biasa kita singkat menjadi warmut. nabiel salah seorang dari kami mengusulkan untuk melakukan perjalanan ke bali untuk mengisi liburan sekaligus menambah rasa kebersamaan sesama p19 kru. dengan informasi yang ia miliki, ia menjabarkan bagaimana kita bisa berangkat dari bandung hingga sampai di bali. serentak kami menjawab usul nabiel itu dengan positif. kami membentuk panitia untuk merangkum usul nabiel tersebut dalam bentuk wacana yang kemudian dibagikan kepada p19 kru lain yang saat itu tidak ikut berbincang dengan kami. setelah semuanya kami bagikan dan kami beri tenggat waktu maksimal 2 minggu untuk kepastian ikut atau tidak perjalanan ini, 7 p19 kru lain memastikan untuk turut serta dalam perjalanan ini. mereka adalah ikbal (p19 kru), boy (p19 kru), doklas (p19 kru), denta (p19 kru), jeki (p19 kru), afwan (p19 kru), dan patra (yaaa boleh deh p19 kru juga).

akhirnya kami ber13 sepakat untuk menuju bali, pulau dengan sejuta pesona alam yang memanjakan mata-mata lelah terutama akibat purcell dan tipler yang dulu selalu menanti kami dengan manis di kamar. tanggal 2 juni tepat pukul 03.00 wib, kami berangkat dari kosan dengan didahului oleh pengambilan foto keberangkatan awal di ruang TV (maaf ya gam ganggu lu tidur, ya tau sendiri lah boy orangnya gimana). setelah itu kami langsung menuju stasiun kiara condong dan menempati tempat duduk kami sebelum ditempati orang lain. belasan jam berlalu di kereta di iringi lagu bang toyo versi banci kaleng dan nasi ayam, panas, makaaan, akhirnya kami sampai di wonokromo. di sana kami ditipu oleh kenek angkutan. ongkos perjalanan kami ke bungorasih atau terminal purabaya yang seharusnya hanya 5rb per orang, melonjak menjadi 15rb per orang. yasudahlah yang penting kami selamat dan jadikan itu sebagai pelajaran. kami tidak boleh dendam, justru seharusnya kami mendoakan mereka agar mereka bertobat, walaupun tentunya kami berharap bereka bertobat setelah dihukum Tuhan ga bisa buang air selama setahun. plis Tuhan kabulkanlah, kami ga dendam kok.

di purabaya kami masih mendapatkan kendala, kali ini kami di tarik tarik oleh calo geblek yang mencoba menipu kami dan polisi lebih geblek yang membantu calo menipu kami. tapi kali ini kami mengambil keputusan yang benar. demi menghindari calo kami memutuskan untuk berangkat ke jember terlebih dahulu. namun naasnya 200rb denta melayang akibat dompetnya terjatuh saat di bis. untungnya fotonya ga ilang. sabar y den. di sana kami di jamu oleh sodara nabiel dengan keramahan, kebaikan, dan keMakanan Gratis. hahaha maklumlah anak kosan judulnya juga. disana kami berisitirahat selama beberapa jam dan melanjutkan perjalanan setelah jumatan. dari jember kami naik bis yang langsung menuju denpasar. dan setelah beberapa jam duduk membosankan di bis, akhirnya kami sampai juga di bali. kami langsung menuju tempat menginap yaitu ruko milik sodara boy di jalan buluh indah denpasar. kami istirahat di sana mengisi tenaga untuk perjalanan mengelilingi bali esok hari.

ya anda benar, kami telat bangun karena kelelahan, akhirnya jadwal kami ngaret beberapa jam. tepat jam 10.00 wita kami berangkat menuju tempat wisata. sesuai dengan pribahasa "malu bertanya buka GPS" kami mulai perjalanan kami. ya entah kenapa kami tersasar ke monkey forest. tempat yang sangat saya tidak sukai. maaf ya ga seru di monkey forest jadi ga usah di ceritain. hahaha. lajut ke tempat wisata berikutnya, tampak siring, tempat wisata dengan dipenuhi oleh patung-patung dan pura-pura tempat penyebahan umat hidhu di bali. di sana sangat terasa budaya nya. bahkan kami diwajibkan untuk mematuhi peraturan-peraturan yang menyangkut kepercayaan masyarakat disana. ya selama tidak berhubungan dengan aqidah, kami masih mau untuk menigkuti. setelah beberapa jepretan akhirnya kami memutuskan untuk pulang (ke legian dulu maksudnya) yoiii kita clubbinnngg masbroooo. sesampainya di legian kami langsung mengincar untuk berfoto di monumen bom bali sekaligus mencicipi club malam bali yang berpusat di legian (sebenernya cuma lewat doang sih, clubbing nya di mobil aja murah tinggal nyalain radio). sepanjang perjalanan kami menyusuri legian, kami melihat banyak hal dan banyak aurat. ya buat pandangan pertama kan masih rejeki. setelah puas berjalan-jalan di legian, kami memutuskan untuk pulang. kami beristirahat untuk perjalan berikutnya esok hari.

ya anda benar, keesokan harinya kami telat lagi, ya namanya juga abis clubbing kan masbrooo. hari ini adalah hari pantai,  kami langsung menuju ulowatu. di sana kami tidak dapat berbuat banyak karena kami  masih sayang nyawa. bukan karena di sana banyak preman melainkan karena di sana adlah tempatnya pelancar-pelancar yang sudah pro. sedangkan kami ya satu level di bawah pro lah, amateur? bukan. beginner? juga bukan. kami adalah "NIATer". setelah puas berfoto ria di ulowatu, kami berangkat menuju dream land. keren abis ombaknya asli seriusan. dengan penuh percaya diri kami langsung membuka baju dan berenang menikmati sapuan ombak. tapi sayangnya kami hanya berani berenang di pinggir pantai. yang penting seneng lah namanya juga anak-anak. tapi lama kelamaan kami menjadi bosan, aknhirnya kami memutuskan untuk menyewa 2 papan selancar. secara bergantian kami mencoba untuk berselancar. tapi ternyata tidak ada yang bisa melakukannya. hanya afwan yang berhasil mencapai jarak yang cukup untuk berselancar. sialnya setelah sampai jarak yang jauh dari pantai ia malah tidak tahu bagaimana caranya baliik lagi ke pantai. hal ini membuat kami khawatir. untungnya setelah beberapa lama afwan pun kembali dengan wajah stres dan penuh tanda-tanda ingin bercerita. dengan mulut bau asin ia pun bercerita suka duka selama jauh dari pantai. hahaha. setelah puas mandi air garam kami pun memutuskan untuk menuju persinggahan berikutnya yaitu "jimbaraaannn". sebuah kata yang membuat doklas khawatir. hahaha sabar ya las. dengan uang secukupnya kami memberanikan diri untuk mencicipi makanan orang kaya. mantep juga sih walaupun ada sedikit percekcokan antara boy, doklas, patra, dan denta. percekcokan tersebut disebabkan oleh udang. wkwkwk dasar udang. setelah sedikit kenyang kami memutuskan untuk pulang dan beristirahat.

kali ini kami tidak telat lagi, karena kami berencana melihat sunrise di sanur subuhnya. ada dua kejadian yang saya ingat di sanur. pertama mengharukan, kedua menyedihkan. kejadian yang pertama yaitu, ketika kami sampai sanur, kami tidak langsung mengincar sunrise. sidqi, dia adalah orang yang menyadarkan kami, bahwa solat subuh itu lebih penting di banding melihat sunrise, maka kami mendahulukan solat subuh sampai harus berlari-lari mengejar waktu. kejadian yang kedua ketika kami keluar masjid melewati jalan pintas yang hanya sedikit melalui sebuah portal hotel mewah (hanya portalnya saja). kami langsung di semprot oleh omelan satpam hotel, bahkan satpam itu mengancam ingin melempar bangku bila kita tidak memutar arah jalan kami. ya lupakan hari ini adalah hari oleh-oleh yang rencananya akan di tutup oleh sunset di tanah lot. kami mulai perjalanan kami dengan tempat pertama adalah joger. beberapa helai baju bertuliskan kata-kata kocak pun di beli oleh kami. setelah itu kami langsung berangkat menuju sukowati. baju barong berwarna putih menjadi incaran kami untuk dijadikan baju kekompakan. sayangnya tidak ada ukuran untuk ikbal, sehingga ikbal harus memilih baju yang lain tetapi berwarna sama yaitu putih. terlalu lama menawar dan menawar di sukowati membuat kami lupa waktu sehingga sunset di tanah lot pun tidak terkejar. yaaahh sayang sekali. lalu kami langsung pulang ke ruko tempat kami menginap dan beristirahat.

keesokan harinya adalah hari bebas bagi kami. karena sore harinya kami harus melakukan perjalanan pulang ke bandung. akhirnya tiba waktu dimana kami harus pulang. nabiel gifi dan saya mengambil inisiatif untuk mencari angkutan ke terminal. setelah dapat kita langsung berangkat menuju terminal dan begitu sampai kami langsung di sambut oleh beberapa orang calo. ceeesss e71 melayang. hp saya hilang kecopetan. tapi kami harus pulang, tidak ada waktu untuk mencari. penyesalan mulai timbul dari hati saya, namun perlahan hilang, mungkin saya harus ikhlas untuk mendapatkan hal yang lebih. kami mulai perjalanan pulang kami menuju gilimanuk, lalu menyebrang ke banyuwangi, dan naik kereta sampai jogja. kami memutuskan untuk bermalam dulu di jogja. kami tidur di masjid alun-alun kota jogjakarta tepatnya di sekitar masjidnya, jadi masih di luarnya. setelah subuh kami baru bisa masuk dan beristirahat di sana. tapi ya seperti ini lah nasib bek pekerer harus di usir usir oleh masyarakat kalo tidur sembarangan. setelah di usir kami memutuskan untuk berbelanja bagi yang mau sebelum naik kereta ke bandung jam 12.30 wib nanti.

tepat jam 12.30 wib kereta datang, kami pun pulang kembali menikmati perjalanan kereta ekonomi diiringi lagu nasi ayam dan banci-banci malam penggoda patra. wkwkwkwk. tanggal 9 malam kami sampai bandung melepas rindu kepada elangnya ka bayu. hhhh terbilang sukseslah.

benar kata orang selalu ada yang tertinggal bila kita pergi ke bali. kenangan, kesenangan, dan e71.

kami mengucapkan terima kasih kepada,
bapa ibu warmut yang telah memberikan doa untuk keselamatan kami
anaknya bapa warmut yang senantiasa menghiasi pikiran dwindra (ga penting kalo yang ini)
pa nanang yang telah menjaga p19 tetap aman dan nyaman meskipun tikus masih banyak berkeliaran
pa robet yang telah menyediakan tempat tinggal selama di bali
bapa-bapa yang mengantar kami ke tempat penyewaan motor
bapa-bapa yang menjaga ruko nya pa robet
bapa dan ibu penjual nasi 2500an samping ruko
mas mas penjual pecel lele
bapa-bapa yang kayak dukun pawang monyet di monkey forest yang bersedia berfoto bersama kami
dan tentunya GPS yang sangat kami andalkan menjadi kitab perjalanan kami

dengan ini kami nyatakan bahwa perjalanan kami BERHASIL dan kami akan mencoba lagi insyaalLah untuk yang lebih menantang.