sebelumnya, saya mohon maaf karena sebenarnya ini hanya rangkuman cerita yang masih bisa saya ingat selama perjalanan kami, p19 kru, menuju pulau bali. cerita aslinya berada di telepon genggam saya yang entah sampai saat ini saya sudah tidak tahu lagi kabarnya.
semuanya berawal dari perbincangan beberapa anggota p19 kru yakni nabiel (stei), dwindra (stei), sidqi (fttm), elyas (fitb), gifi (fitb), dan saya sendiri rama (fti). oh iya maaf, kata di dalam tanda kurung tersebut bukanlah identitas kami jika kami sudah berada di lingkungan pelesiran, identitas kami satu, yaitu P19 KRU. perbincangan yang diselingi senda gurau tersebut kami lakukan di warung imut atau yang biasa kita singkat menjadi warmut. nabiel salah seorang dari kami mengusulkan untuk melakukan perjalanan ke bali untuk mengisi liburan sekaligus menambah rasa kebersamaan sesama p19 kru. dengan informasi yang ia miliki, ia menjabarkan bagaimana kita bisa berangkat dari bandung hingga sampai di bali. serentak kami menjawab usul nabiel itu dengan positif. kami membentuk panitia untuk merangkum usul nabiel tersebut dalam bentuk wacana yang kemudian dibagikan kepada p19 kru lain yang saat itu tidak ikut berbincang dengan kami. setelah semuanya kami bagikan dan kami beri tenggat waktu maksimal 2 minggu untuk kepastian ikut atau tidak perjalanan ini, 7 p19 kru lain memastikan untuk turut serta dalam perjalanan ini. mereka adalah ikbal (p19 kru), boy (p19 kru), doklas (p19 kru), denta (p19 kru), jeki (p19 kru), afwan (p19 kru), dan patra (yaaa boleh deh p19 kru juga).
akhirnya kami ber13 sepakat untuk menuju bali, pulau dengan sejuta pesona alam yang memanjakan mata-mata lelah terutama akibat purcell dan tipler yang dulu selalu menanti kami dengan manis di kamar. tanggal 2 juni tepat pukul 03.00 wib, kami berangkat dari kosan dengan didahului oleh pengambilan foto keberangkatan awal di ruang TV (maaf ya gam ganggu lu tidur, ya tau sendiri lah boy orangnya gimana). setelah itu kami langsung menuju stasiun kiara condong dan menempati tempat duduk kami sebelum ditempati orang lain. belasan jam berlalu di kereta di iringi lagu bang toyo versi banci kaleng dan nasi ayam, panas, makaaan, akhirnya kami sampai di wonokromo. di sana kami ditipu oleh kenek angkutan. ongkos perjalanan kami ke bungorasih atau terminal purabaya yang seharusnya hanya 5rb per orang, melonjak menjadi 15rb per orang. yasudahlah yang penting kami selamat dan jadikan itu sebagai pelajaran. kami tidak boleh dendam, justru seharusnya kami mendoakan mereka agar mereka bertobat, walaupun tentunya kami berharap bereka bertobat setelah dihukum Tuhan ga bisa buang air selama setahun. plis Tuhan kabulkanlah, kami ga dendam kok.
di purabaya kami masih mendapatkan kendala, kali ini kami di tarik tarik oleh calo geblek yang mencoba menipu kami dan polisi lebih geblek yang membantu calo menipu kami. tapi kali ini kami mengambil keputusan yang benar. demi menghindari calo kami memutuskan untuk berangkat ke jember terlebih dahulu. namun naasnya 200rb denta melayang akibat dompetnya terjatuh saat di bis. untungnya fotonya ga ilang. sabar y den. di sana kami di jamu oleh sodara nabiel dengan keramahan, kebaikan, dan keMakanan Gratis. hahaha maklumlah anak kosan judulnya juga. disana kami berisitirahat selama beberapa jam dan melanjutkan perjalanan setelah jumatan. dari jember kami naik bis yang langsung menuju denpasar. dan setelah beberapa jam duduk membosankan di bis, akhirnya kami sampai juga di bali. kami langsung menuju tempat menginap yaitu ruko milik sodara boy di jalan buluh indah denpasar. kami istirahat di sana mengisi tenaga untuk perjalanan mengelilingi bali esok hari.
ya anda benar, kami telat bangun karena kelelahan, akhirnya jadwal kami ngaret beberapa jam. tepat jam 10.00 wita kami berangkat menuju tempat wisata. sesuai dengan pribahasa "malu bertanya buka GPS" kami mulai perjalanan kami. ya entah kenapa kami tersasar ke monkey forest. tempat yang sangat saya tidak sukai. maaf ya ga seru di monkey forest jadi ga usah di ceritain. hahaha. lajut ke tempat wisata berikutnya, tampak siring, tempat wisata dengan dipenuhi oleh patung-patung dan pura-pura tempat penyebahan umat hidhu di bali. di sana sangat terasa budaya nya. bahkan kami diwajibkan untuk mematuhi peraturan-peraturan yang menyangkut kepercayaan masyarakat disana. ya selama tidak berhubungan dengan aqidah, kami masih mau untuk menigkuti. setelah beberapa jepretan akhirnya kami memutuskan untuk pulang (ke legian dulu maksudnya) yoiii kita clubbinnngg masbroooo. sesampainya di legian kami langsung mengincar untuk berfoto di monumen bom bali sekaligus mencicipi club malam bali yang berpusat di legian (sebenernya cuma lewat doang sih, clubbing nya di mobil aja murah tinggal nyalain radio). sepanjang perjalanan kami menyusuri legian, kami melihat banyak hal dan banyak aurat. ya buat pandangan pertama kan masih rejeki. setelah puas berjalan-jalan di legian, kami memutuskan untuk pulang. kami beristirahat untuk perjalan berikutnya esok hari.
ya anda benar, keesokan harinya kami telat lagi, ya namanya juga abis clubbing kan masbrooo. hari ini adalah hari pantai, kami langsung menuju ulowatu. di sana kami tidak dapat berbuat banyak karena kami masih sayang nyawa. bukan karena di sana banyak preman melainkan karena di sana adlah tempatnya pelancar-pelancar yang sudah pro. sedangkan kami ya satu level di bawah pro lah, amateur? bukan. beginner? juga bukan. kami adalah "NIATer". setelah puas berfoto ria di ulowatu, kami berangkat menuju dream land. keren abis ombaknya asli seriusan. dengan penuh percaya diri kami langsung membuka baju dan berenang menikmati sapuan ombak. tapi sayangnya kami hanya berani berenang di pinggir pantai. yang penting seneng lah namanya juga anak-anak. tapi lama kelamaan kami menjadi bosan, aknhirnya kami memutuskan untuk menyewa 2 papan selancar. secara bergantian kami mencoba untuk berselancar. tapi ternyata tidak ada yang bisa melakukannya. hanya afwan yang berhasil mencapai jarak yang cukup untuk berselancar. sialnya setelah sampai jarak yang jauh dari pantai ia malah tidak tahu bagaimana caranya baliik lagi ke pantai. hal ini membuat kami khawatir. untungnya setelah beberapa lama afwan pun kembali dengan wajah stres dan penuh tanda-tanda ingin bercerita. dengan mulut bau asin ia pun bercerita suka duka selama jauh dari pantai. hahaha. setelah puas mandi air garam kami pun memutuskan untuk menuju persinggahan berikutnya yaitu "jimbaraaannn". sebuah kata yang membuat doklas khawatir. hahaha sabar ya las. dengan uang secukupnya kami memberanikan diri untuk mencicipi makanan orang kaya. mantep juga sih walaupun ada sedikit percekcokan antara boy, doklas, patra, dan denta. percekcokan tersebut disebabkan oleh udang. wkwkwk dasar udang. setelah sedikit kenyang kami memutuskan untuk pulang dan beristirahat.
kali ini kami tidak telat lagi, karena kami berencana melihat sunrise di sanur subuhnya. ada dua kejadian yang saya ingat di sanur. pertama mengharukan, kedua menyedihkan. kejadian yang pertama yaitu, ketika kami sampai sanur, kami tidak langsung mengincar sunrise. sidqi, dia adalah orang yang menyadarkan kami, bahwa solat subuh itu lebih penting di banding melihat sunrise, maka kami mendahulukan solat subuh sampai harus berlari-lari mengejar waktu. kejadian yang kedua ketika kami keluar masjid melewati jalan pintas yang hanya sedikit melalui sebuah portal hotel mewah (hanya portalnya saja). kami langsung di semprot oleh omelan satpam hotel, bahkan satpam itu mengancam ingin melempar bangku bila kita tidak memutar arah jalan kami. ya lupakan hari ini adalah hari oleh-oleh yang rencananya akan di tutup oleh sunset di tanah lot. kami mulai perjalanan kami dengan tempat pertama adalah joger. beberapa helai baju bertuliskan kata-kata kocak pun di beli oleh kami. setelah itu kami langsung berangkat menuju sukowati. baju barong berwarna putih menjadi incaran kami untuk dijadikan baju kekompakan. sayangnya tidak ada ukuran untuk ikbal, sehingga ikbal harus memilih baju yang lain tetapi berwarna sama yaitu putih. terlalu lama menawar dan menawar di sukowati membuat kami lupa waktu sehingga sunset di tanah lot pun tidak terkejar. yaaahh sayang sekali. lalu kami langsung pulang ke ruko tempat kami menginap dan beristirahat.
keesokan harinya adalah hari bebas bagi kami. karena sore harinya kami harus melakukan perjalanan pulang ke bandung. akhirnya tiba waktu dimana kami harus pulang. nabiel gifi dan saya mengambil inisiatif untuk mencari angkutan ke terminal. setelah dapat kita langsung berangkat menuju terminal dan begitu sampai kami langsung di sambut oleh beberapa orang calo. ceeesss e71 melayang. hp saya hilang kecopetan. tapi kami harus pulang, tidak ada waktu untuk mencari. penyesalan mulai timbul dari hati saya, namun perlahan hilang, mungkin saya harus ikhlas untuk mendapatkan hal yang lebih. kami mulai perjalanan pulang kami menuju gilimanuk, lalu menyebrang ke banyuwangi, dan naik kereta sampai jogja. kami memutuskan untuk bermalam dulu di jogja. kami tidur di masjid alun-alun kota jogjakarta tepatnya di sekitar masjidnya, jadi masih di luarnya. setelah subuh kami baru bisa masuk dan beristirahat di sana. tapi ya seperti ini lah nasib bek pekerer harus di usir usir oleh masyarakat kalo tidur sembarangan. setelah di usir kami memutuskan untuk berbelanja bagi yang mau sebelum naik kereta ke bandung jam 12.30 wib nanti.
tepat jam 12.30 wib kereta datang, kami pun pulang kembali menikmati perjalanan kereta ekonomi diiringi lagu nasi ayam dan banci-banci malam penggoda patra. wkwkwkwk. tanggal 9 malam kami sampai bandung melepas rindu kepada elangnya ka bayu. hhhh terbilang sukseslah.
benar kata orang selalu ada yang tertinggal bila kita pergi ke bali. kenangan, kesenangan, dan e71.
kami mengucapkan terima kasih kepada,
bapa ibu warmut yang telah memberikan doa untuk keselamatan kami
anaknya bapa warmut yang senantiasa menghiasi pikiran dwindra (ga penting kalo yang ini)
pa nanang yang telah menjaga p19 tetap aman dan nyaman meskipun tikus masih banyak berkeliaran
pa robet yang telah menyediakan tempat tinggal selama di bali
bapa-bapa yang mengantar kami ke tempat penyewaan motor
bapa-bapa yang menjaga ruko nya pa robet
bapa dan ibu penjual nasi 2500an samping ruko
mas mas penjual pecel lele
bapa-bapa yang kayak dukun pawang monyet di monkey forest yang bersedia berfoto bersama kami
dan tentunya GPS yang sangat kami andalkan menjadi kitab perjalanan kami
dengan ini kami nyatakan bahwa perjalanan kami BERHASIL dan kami akan mencoba lagi insyaalLah untuk yang lebih menantang.