Sabtu, 25 Mei 2013

cerita si pemuja

tak ada lagi ruang kosong ketika cahaya itu terfokus padaku 
Pikiranku melayang menggapai langit bertabur harapan anak-anak zaman dahulu 
Tubuhku terhempas mengais-ngais misteri yang terkubur bersama nyawa yang telah membisu 
Sejenak jiwaku bergetar menyaksikan keindahan melebihi benang-benang yang tersulam menjadi pola jenis bunga baru 
Bait-bait puisi nan puitis sang penyair pun tak dapat mewakili takjubnya kalbu 
Inderaku terbuka menerima semilir angin yang bernyanyi merdu 
Mataku dimanjakan oleh fenomena alam yang seakan menyambut aura hadirmu 
Kau bagaikan ilusi yang meluaskan sayap-sayap imajinasiku 
Kau bagaikan penjahit kain-kain pola kehidupan di masa lalu 
Kau bagaikan pencipta syair-syair nyata penghapus debu 
Kaulah penuntun teka teki lika liku rindu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar