tak ada lagi ruang kosong ketika cahaya itu terfokus padaku
Pikiranku melayang menggapai langit bertabur harapan anak-anak zaman dahulu
Tubuhku terhempas mengais-ngais misteri yang terkubur bersama nyawa yang telah membisu
Sejenak jiwaku bergetar menyaksikan keindahan melebihi benang-benang yang tersulam menjadi pola jenis bunga baru
Bait-bait puisi nan puitis sang penyair pun tak dapat mewakili takjubnya kalbu
Inderaku terbuka menerima semilir angin yang bernyanyi merdu
Mataku dimanjakan oleh fenomena alam yang seakan menyambut aura hadirmu
Kau bagaikan ilusi yang meluaskan sayap-sayap imajinasiku
Kau bagaikan penjahit kain-kain pola kehidupan di masa lalu
Kau bagaikan pencipta syair-syair nyata penghapus debu
Kaulah penuntun teka teki lika liku rindu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar