menulis adalah pembelajaran yang tidak ada hentinya meskipun anda telah sampai di baris terakhir tulisan
Sabtu, 25 Mei 2013
"apa cita-citamu nak?"
rasanya janggal ketika kita berjalan dalam suatu tujuan tapi kita malah merusak tujuan itu dengan beranggapan bahwa kita telah mencapainya.sebenernya kesalahan itu terjadi seiring dengan kemajuan pemikiran kita. dulu ketika kita masih sering bernyanyi di bangku taman kanak-kanak, kita sering ditanyakan oleh orang dewasa," apa cita-citamu nak?" dengan wajah polos kita berkata bahwa kita ingin menjadi polisi, dokter, pilot, bahkan presiden. kita menganggap bahwa itu adalah hal yang baik untuk dilakukan. begitu umur kita bertambah satu, dua, tiga, hingga kita tak pernah merayakan lagi hari pertambahan itu, beberapa dari kita mungkin akan tetap pada pendiriannya. namun beberapa dari kita juga mungkin akan banting stir mencari hal lain yang lebih diminati. sebelum kita menjalani profesi yang kita inginkan, hati kita berkata bahwa kita akan menjalaninya kelak dengan penuh kejujuran. pada saat itulah sebenarnya integritas kita diuji. banyak faktanya, anak kecil jaman dahulu yang lebih dulu menjadi anak kecil dibanding kita, dan sekarang menjadi orang dewasa lebih dulu dari kita ketika sudah duduk di atas singgasana, mereka lupa masa-masa dimana mereka berkata tentang cita-cita. kadang aku berpikir apa yang akan aku lakukan ketika aku telah mencapai tujuanku, cita-citaku dan sejenisnya. apa memang benar tujuanku tercapai, bahkan sampai saat ini aku belum mengerti dengan jelas apa itu arti kata tujuan dan cita-cita. melihat sandiwara yang terjadi disekitarku membuat aku bingung mengartikannya. polisi yang dulu di cita-citakan saja hampir tak pernah aku temui. padahal aku tau bagaimana seragam mereka.sebenarnya kata-kata tujuan dan cita-cita itu telah terartikan semenjak kita kecil dan ditanya oleh orang dewasa "apa cita-citamu nak?". tapi saat ini kita lupa seperti seseorang berkepala tujuh padahal tidak. apa mungkin kita harus kembali lagi menjadi anak TK yang selalu mencita-citakan sesuatu dengan benar? jawabannya tidak, tidak untuk yang positif. karena yang negatif adalah kendalanya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar